Ragam Bentuk Pasta

Ada ratusan bentuk pasta, berikut beberapa diantaranya:

– Farfalle. Pasta bentuk dasi kupu-kupu dengan tepi bergerigi. Cocok untuk hidangan salad atau main course dengan saus yang creamy seperti mornay sauce.

– Conchiglioni. Menyerupai kulit kerang. Lebih pas untuk isi soup, salad dan main course.pasta

– Cannelloni. Bentuknya seprti pipa berlubang dengan diameter 3 cm panjang ± 5 cm. Sejenis cannelloni dengan bentuk lebih pendek dikenal dengan nama rigatoni, sedangkan yang berujung serong disebut penne. Cocok di masak dengan daging dan keju pada hidangan panggang maupun rebus.

– Lasagne. Berbentuk lembaran tipis dengan panjang ± 27 cm, lebar 5 cm. Dapat dijumpai dalam tiga warna, kuning untuk hidangan panggang, merah biasanya di olah dengan saus tomat dan hijau cocok dipadu dengan bayam atau aneka sayuran.

– Spaghetti. Bentuknya seperti lidi panjang tanpa lubang. Sangat cocok di sajikan dengan saus bolognese (saus tomat dengan daging cincang). Masih sejenis spaghetti dengan ukuran lebih kejil dan pendek dikenal dengan sebutan vermicelli. Cocok diolah bersama seafood, daging maupun untuk isi soup.

– Fusilli. Menyerupai bentuk spiral. Biasanya di olah dengan cream sauce dengan tomat dan kacang polong.

– Macaroni. Pasta bentuk pipa melengkung dengan lubang ditengahnya. Terasa pas untuk hidangan panggang seperti macaroni schootel dan isi aneka soup.

– Canelloni. Seperti pipa agak besar. Biasanya diisi daging pada bagian tengahnya yang berlubang.

– Fettuccine. Bentuknya seperti kuetiau, pipih dan lebar. Dapat dijumpai dalam tiga warna, hijau dari sari bayam, hitam dari tinta cumi-cumi, dan kuning dari telur. Cocok dijadikan sajian main course dengan daging, keju, sayuran atau seafood

Tips Mengolah Pasta:

– Pasta terasa pas kekenyalanya jika direbus sampai al dente, tidak mentah dan tidak terlalu matang sehingga terasa kenyal jika digigit.

– Rebus pasta dengan air yang sudah mendidih dan banyak. Perbandingannya 1.5 liter air untuk 100 gr pasta. Cara ini memungkinkan pasta mengembang sempurna dan tidak saling menempel.

– Pasta basah memerlukan 2-3 menit waktu perebusan, untuk yang kering 8-10 menit. Kurang dari waktu ini biasanya pasta akan terasa mentah, jika lebih pasta akan lunak dan kehilangan kekenyalan.

– Tambahkan sedikit garam pada air perebusan agar cita rasa pasta lebih lezat.

– Jangan menambahkan minyak atau mentega supaya pasta tidak saling lekat. Tinggalkan kebiasaan ini karena menjadikan saus pelengkap tidak bisa meresap pada pasta.

– Campur dengan saus pelengkap segera selagi panas. Cara ini lebih baik karena menjadikan saus lebih meresap, pasta tidak saling menempel dan lebih lezat

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: