Fobia Kucing

Fobia berasal dari kata Yunani phobos, berarti takut. Konsep takut dan cemas bertautan erat. Takut adalah perasaan cemas dan agitasi sebagai respon terhadap suatu ancaman. Menurut Rathus (2003), gangguan fobia adalah rasa takut yang persisten terhadap objek atau situasi dan rasa takut ini tidak sebanding dengan ancamannya. Fobia merupakan suatu bentuk rasa takut yang kuat, terus-menerus, meskipun tidak ada alasan yang nyata (irasional) yang ditimbulkan oleh suatu stimulus objek atau situasi tertentu (Chaplin, 2000). Dengan kata lain, fobia merupakan suatu bentuk rasa takut yang ekstrim. Supratiknya (1995) juga menulis dalam bukunya, fobia adalah perasaan takut yang bersifat menetap terhadap objek atau situasi tertentu yang sesungguhnya tidak menimbulkan ancaman nyata bagi yang bersangkutan atau yang bahayanya terlalu dibesar-besarkan.

Fobia kucing tergolong ke dalam jenis fobia spesifik. Fobia spesifik adalah ketakutan yang persisten dan berlebihan terhadap suatu objek atau situasi spesifik. Fobia spesifik merupakan salah satu gangguan psikologis yang paling umum, mengenai sekitar 7% sampai 11% dari populasi umum pada suatu saat dalam hidup mereka (APA dalam Rathus, 2003). Fobia spesifik cenderung untuk berlangsung terus selama bertahun-tahun atau selama beberapa dekade kecuali ditangani dengan sukses (USDHHS dalam Rathus, 2003). Perempuan mempunyai kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengembangkan fobia spesifik (APA dalam Rathus, 2003)

Orang dengan gangguan fobia tidak kehilangan kontak dengan realitas. Mereka biasanya tahu bahwa ketakutan mereka itu berlebihan dan tidak pada tempatnya. Sesuatu yang aneh tentang fobia adalah biasanya melibatkan ketakutan terhadap peristiwa yang biasa dalam hidup, bukan yang luar biasa. Namun hal tersebut dapat mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. Bahkan pengorbanan apapun akan dilakukan untuk menghindari stimulus yang menyebabkan fobia. Hal tersebut menyebabkan terganggunya fungsi sosial dalam diri individu.

3 Tanggapan to “Fobia Kucing”

  1. hiks….hiks…hiks…. kucing ngilane ni gan heeeeeemmmmmmmmmmm

  2. kucing memang mengganggu. kos-kosan jadi kotor. entah yang nakal kucingnya atau orangnya yang tidak bisa mengelola sampah.

  3. klo fobia dengan kucing coba bantu dengan tehnik SEFT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: