MEMBUKA CAKRAWALA DENGAN MEMBACA

Membaca adalah kunci ilmu.Itulah kata-kata yang harusnya mampu kita terjemahkan dan kita pahami bersama secara baik Membaca merupakan sebuah upaya manusia untuk membebaskan dari kebodohan. Kumpulan tulisan yang teruntai itu merupakan cakrawala dunia yang merangkumnya dalam sebuah bait dalam lukisan kertas, dengan membaca maka seseorang akan memiliki ketrampilan dan merupakan salah satu sebab yang dominant dalam menciptakan kehidupan yang makur dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada.

Membaca merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi manusia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang adil dan makmur, tidak hanya itu saja di dalam agama islam kebutuhan membaca itu merupakan ajara yang ditekankan sejak dahu.Dan apa yang diperintahkan oleh wahyu pertama kali kepada Rosulullah SWT merupakan sebuah bukti yang jelas bagi kita tentang pentingnya membaca.Dalam ayat yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad BAHWA” Bacalah dengan menyebut nama Rabbmu yang mencipatakan, dia telah menciptakan manusia dengan segumpal darah.Bacalah, dan Rabbmulah Yang Paling Pemurah, yang mengajar (manusia ) dengan perantaraan qalam:.(QS.Al Alaq :14-4).Kareana pentingnya membaca dan mencari ilmu maka Rosullulah memberitahukan bahwa mencari ilmu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim.

Dengan demikian harusnya masyarakat tau bahwa dunia ada ditangan kita ketika imemiliki ilmu.Kondisi riil yang terjadi pada sebaguian masyarakat Indonesia hari ini adalah minimnya minat baca, budaya membaca yang tidak begitu dimiliki generasi muda pada saat ini menjadi sebuah permasalahan besar yang harus segera dicarikan solusinya.Bangunan fikiran sebagian besar masyarakat Indonesia pada hari ini terjebak pada paradikma kita sebagai pengguna teknologi tanpa tau bagaimana proses penciptaanya.Inilah yang membuat kita menjadi bangsa yang malas

Pada hari ini Dunia pendidikan dihadapkan pada kondisi yang pasif, yaitu kurangnya gairah membaca pada anak. Hasil survei UNESCO tahun 1992 menyebutkan, tingkat minat baca rakyat Indonesia menempati urutan 27 dari 32 negara. Sedangkan survei yang dilakukan Departemen Pendidikan Nasional tahun 1995 menyatakan, sebanyak 57 persen pembaca dinilai sekadar membaca, tanpa memahami dan menghayati apa yang dibacanya.Melihat kondisi yang demikian apa yang harus dilakukan????

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: