Kisah Gadis yang Cemburu

Dian adalah gadis kecil berusia 9 tahun yang baru duduk di kelas IV SD. Suatu hari dia sangat kesal karena mendapat nilai jelek, sedangkan sahabatnya mendapat nilai bagus. Dia merasa sangat iri pada temannya itu. Teman Dian selalu mendapat nilai bagus dan dipuji oleh semua guru. Karena iri, Dian memiliki rencana jahat agar temannya itu tidak lagi mendapat nilai bagus. Ia akan mencuri buku PRnya sehingga dimarahi guru. Namun ternyata rencana ini diketahui oleh nenek Dian. Nenek berusaha membujuk Dian agar membatalkan niat jahatnya. Tapi Dian tetap bersikukuh dan tidak mau dinasehati. Lalu nenek menceritakan sebuah cerita tentang beberapa gadis yang cemburu karena kecantikan temannya.

” Alkisah hiduplah seorang gadis cantik yang tinggal bersama ayah dan ibunya di pinggiran kota Edo, Jepang, bernama Nazank. Nazank sangat disayangi oleh kedua orang tuanya karena merupakan anak semata wayang mereka. Gadis ini sangatlah cantik dan baik hati, hingga semua laki – laki selalu menoleh jika ia lewat. Banyak gadis yang cemburu karena kecantikannya. Termasuk kumpulan 7 gadis yang menyebut mereka kelompok Gadis Kirei. Gadis Kirei adalah orang yang paling membencinya.

Gadis Kirei ingin agar Nazank mati sehingga mereka akan menjadi gadis tercantik di Edo. Mereka berencana untuk mencelakainya dengan mengajaknya ikut pesta tahun baru di pusat kota Edo. Untuk sampai di pusat kota setiap orang harus menyeberang sebuah sungai yang dihuni oleh Setan Sungai yang sangat kejam. Agar tidak dimangsa oleh Setan Sungai setiap orang harus melemparkan kue madu ke sungai pada penyeberangan yang kedua.

Awalnya, Nazank tidak diizinkan oleh ayahnya. Namun para Gadis kirei berusaha membujuk ayahnya. Ayah Nazank berpesan agar ia selalu berhati – hati. Nazank sangat senang, karena inilah kali pertama dia iktu pesta tahun baru.

Saat itupun tiba. Nazank bersama ketujuh Gadis Kirei berangkat ke pusat kota dan tak lupa mereka semua membawa kue madu. Selama pesta berlangsung, semua orang takjub melihat kecantikannya, tak terkecuali para pemuda tampan yang ada di pesta itu. Para pemuda banyak yang berebutan untuk mengajaknya menari bersama. Hal ini semakin membuat Gadis Kirei cemburu dan membencinya.

Setelah pesta usai mereka pulang. Mereka menyuruh Nazank untuk membawakan obor mereka. Kemudian, mulailah mereka dengan rencana jahat yang telah disiapkan sebelumnya. Salah satu gadis mencuri kue madu milik Nazank.

Sesampainya di sungai Nazank sangat kebingungan. Ia meminta agar gadis kirei mau membagi kue madunya sehingga ia tidak dimangsa Setan Sungai. Namun tak satupun Gadis Kirei yang mau menolongnya. Semua gadis sudah menyeberang, kecuali Nazank. Kemudian Muncullah Setan Sungai dan membawanya ke dasar sungai.

Tapi ternyata Setan Sungai tidak memakannya karena terpesona melihat wajah Nazank yang sangat rupawan. Nazank lalu menceritakan apa yang terjadi padanya. Setan Sungai iba mendengar ceritanya lalu mengembalikan Nazank ke daratan setelah matahari terbit.

Sementara itu, ketujuh Gadis Kirei tersesat di hutan karena satu – satunya obor dibawa oleh Nazank. Menurut kabar, mereka telah tewas dimangsa binatang liar di hutan. Bahkan mayat mereka pun tidak pernah ditemukan.

Nazank sampai di rumahnya dengan selamat. Akhirnya ia kembali pada orang tuanya dan hidup bahagia tanpa ada lagi orang yang ingin membuatnya celaka.”

” Begitulah akibatnya jika kita cemburu dan berniat jahat pada orang lain. Jika ada orang yang lebih baik dari kita, maka kita harus berusaha agar menjadi orang yang lebih baik tanpa mencelakai orang tersebut.”, lanjut nenek menasehati.

Akhirnya Dian sadar dan membatalkan niat jahatnya. Ia bertekad akan menjadi orang yang lebih baik dan tidak iri lagi, apalagi sampai memiliki rencana buruk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: