BAHASA DAN MEDIA MASSA

Baca MediaMedia menduduki unsur wajib dalam peradapam sekarang dengan bahasa sebagai unsur utamanya serta penentu sudut pandang/prespektif dalam memandang sesuatu informasi. Media berfungsi di bidang informasi, hiburan, dan pendidikan. Media juga sebagai alat ukur modernisasi dan menjadi kebutuhan primer sebuah keluarga. Media massa adalah situs yang amat kuat untuk produksi dan sirkulasi makna-makna sosial. Media massa adalah intuisi yang kompleks dengan seperangkat proses, praktik, dan konvensi tempat masyarakat di dalamnya dikembangkan dalam konteks sosial dan budaya tertentu. Hal ini dapat berpengaruh pada perasaan dan harapan serta cara pandang konsumen terhadap suatu realita. Namun media sering dianggap sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat, sehingga apa yang diperoleh dari media dianggap kebenaran mutlak dan menimbulkan pembodohan masal serta sifat hedonisme. Oleh karena itu masyarakat harusnya memandang dan memperlakukan media berlandaskan perspektif konstruktivisme, dimana media dipandang sebagai salah satu informasi saja, bukan penyedia segala informasi yang dibutuhkan.

Hubungan bahasa dan media massa sangat erat karena perkembangan bahasa, di zaman modern ini, banyak sekali ditentukan oleh media massa. Oleh karena itu, bahasa media selalu menarik perhatian para linguis.  Alasannya, menurut Bell (1995:23), adalah 1) media massa menyediakan sumber data kebahasaan yang murah untuk penelitian dan pengajaran; 2) media massa adalah instuisi linguistik penting; 3) bahasa yang digunakan dalam media massa, secara linguistik, sangat menarik untuk dicermati; dan 4) media massa adalah institusi sosial yang penting. Ada aspek representatif  yang penting dan menarik tentang cara masyarakat dan media itu dilaporkan sehingga membuat hasil pelaporan setiap surat kabar berbeda.  Peran struktur linguistik dalam kontruksi ide di surat kabarmenunjukkan bahwa bahasa tidak netral, tapi merupakan mediator yang amat konstruktif. Berita adalah representasi dunia dalam bahasa, yang secara sosial dikonstruksikan, sehingga sebuah wacana menjadi jauh dari refleksi realitas sosial dan fakta empiris yang netral.

Media berperan membentuk ”wacana akal sehat” atau ”wacana dominan”. Apa yang muncul di koran, akan menjadi bahan rujukan para konsumennya, dan segera menjadi kerangka representatif perilaku atau cerita selanjutnya. Hal ini bukanlah sikap yang bijaksana, karena konsumen harusnya menganggap bahwa surat kabar tertentu adalah saah satu sumber berita saja, bukan segalanya. Oleh karena itu munculah analisis wacana krisis untuk menyempurnakan analisis wacana sebelumnya. Wacana ini mengajarkan kita untuk berpikir jernih, terbuka, dan kritis, misalnya 1) analisis teks bahasa; 2) analisis praksis wacana; 3) analisis praksis sosiokultural.

Bahasa berperan sentral bagi media dalam mengkonstruksi para konsumennya. Antara dua berita, dalam memberitakan suatu informasi, terdapat perbedaan, yaitu 1) pilihan kata dalam judul; 2) pilihan verba dalam tubuh berita, 3) pilihan representasinya, dan 4) atribusi dari sumber informasi. Hal ini membuktikan bahwa tiap media massa membentuk perspektivitas tertentu, yang oleh konsumen diterima saja tanpa sikap kritis. Oleh karena itu, peran analisis wacana kritis sebagai pisau bedah menjadi hal penting dalam fenomena komunikasi, terutama bagi komunikasi yang timpang.Hal yang harus dipahami dan penting bagi konsumen media massa adalah bersikap terbuka dan kritis dalam memandang 1) fenomena komunikasi yang bersifat ”timpang” dan jauh dari keadaan ”ideal”, yang ada di sekitar kita; 2) penggunaan bentuk lingual yang ternyata memuat ideologi tertentu di dalamnya; dan 3) sifat media massa yang membawa konsumen pada posisi-posisi tertentu dalam memandang suatu informasi.

Satu Tanggapan to “BAHASA DAN MEDIA MASSA”

  1. m.hafizuddin Says:

    bagus/////////

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: