KITARO “Instrumen”

KITAROKitaro  seorang handal memainkan instrumen yang enak didengarkan telinga ia berasal dari  jepang seorang instrumen terkenal. Sewaktu di SMU ia menyukai musik Soul dan Rhythm & Blues. Ia belajar bermain gitar listrik dan pentas dengan band-nya Albatross.
Pada masa itu ia sangat dipengaruhi oleh Otis Redding, seorang pemusik R&B . Rhythm and blues mempunyai suatu kedalaman emosi.
Penonton merasakan emosi yang sama dari msuik saya. Musik saya bukan rhythm and blues tetapi terasa seperti soul.”
Pada awal tahun 1970-an ia sama sekali berganti haluan dan bermain keyboard. Ia bergabung dengan “Far East Family Band” dan mengadakan kunjungan keliling dunia bersama band tersebut.
Di Eropa ia bertemu dengan pemusik synthesizer Jerman dan salah satu pendiri Tangerine Dream, Klaus Schulze. Schulze memproduksi dua album untuk band itu, dan memberikan beberapa petunjuk kepada Kitaro tentang bagaimana menggunakan synthesizer.
Pada 1976 ia meninggalkan band itu dan berkeliling di Asia (Tiongkok, Laos, Thailand, India).
Kembali ke Jepang, Kitaro memulai karier solonya pada 1977.
Dua album pertamanya Ten Kai dan From the Full Moon Story menjadi favorit para penggemar dari gerakan Zaman Baru yang baru saja lahir.
Tetapi musik untuk seri film NHK “Silk Road”lah yang terkenal, yang membuatnya menjadi perhatian dunia internasional.
Ia menandatangani perjanjian distribusi di seluruh dunia dengan Geffen Records pada 1986. Pada 1987 ia bekerja sama dengan berbagai pemusik, misalnya dengan Micky Hart (Grateful Dead) dan Jon Anderson (Yes) dan penjualan rekamannya melangit hingga 10 juta kopi di seluruh dunia.
Selain itu, ia dinominasikan dua kali untuk Grammy dan musik iringannya (untuk film “Heaven & Earth”) memenangi hadiah 1994 sebagai karya musik orisinal terbaik. Sukses musiknya yang terbesar adalah Hadiah Grammy 2001 untuk albumnya Thinking of You.
Kitaro adalah seorang bintang, tetapi ia sangat sederhana. “Alam mengilhami saya. Saya hanyalah seorang utusan,” katanya. “Bagi saya, sebagian lagu bagaikan awan-awan, sebagian lagi bagaikan air.” Sejak 1983 penghargaannya akan alam membuat Kitaro setiap tahun mengucap syukur kepada Ibu Pertiwi dalam sebuah “konser” khusus di Gunung Fuji atau di dekat rumahnya di Colorado.
Pada saat bulan purnama di bulan Agustus, ia memukul drum Taiko dari senja hingga fajar. Seringkali tangannya berdarah-darah, namun ia terus memukul.
kitaro memang seorang yang mempunyai jiwa seni yang sangat besar walaupun ia udah terkenal tetap masih kayak yang dulu.
Dari 1983 hingga 1990 ia hidup bersama istrinya yang pertama, Yuki Taoka. Yuki adalah anak perempuan Kazuo Taoka, godfather dari Yamaguchi-gumi, sindikat Yakuza terbesar.
Kitaro dan Yuki mempunyai seorang anak laki-kali, Ryunosuke, yang tinggal di Jepang. Mereka berpisah karena Kitaro bekerja umumnya di Amerika Serikat, sementara Yuki tinggal dan bekerja di Jepang.
Pada pertengahan 1990-an Kitaro menikah dengan Keiko Matsubara, seorang pemusik yang bermain pada beberapa albumnya. Dengannya dan anak laki-lakinya, Kitaro hidup di Ward, di pinggiran Boulder, Colorado (AS) di sebidang tanah yang luasnya 730,000 m²) dan mengarang lagu-lagunya di studio rumahnya “Mochi House” yang luasnya 230 m² (cukup luas untuk menampung sebuah orkestra dengan 70 orang pemain).
Begitulah Kitaro.
yang bikin kita sangat hayut dalam memainkan musiknya adalah yang berjudul “caravansary” lagu ini eank ditelinga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: