HAKIKAT PSIKOLOGI

Psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku dan proses mental. Berbagai topik yang dibahas dalam definisi ini diilustrasikan dengan membicarakan lima masalah spesifik: (a) persepsi otak terbelah, dimana orang dengan hemisfer kanan dan kiri yang terputus merasakan dunia secara berbeda dari orang dengan kedua hemisfer yang terkoneksi; (b) rasa takut terkondisikan dimana suatu organisme belajar untuk merasa takut dengan apa yang dahulu merupakan stimulus netral; (c) amnesia masa anak-anak, ketidak mampuan mengingat peristiwa dari beberapa tahun pertama kehidupan; (d) penyebab obesitas, termasuk faktor psikologi dan biologi dan; (e) ekspresi agresi, apakah ekspesi tersebut menyebabkan peningkatan atau penurunan agresi.

Akar psikologi dapat ditelusuri pada abad ke empat dan kelima sebelum masehi. Ahli filsafat yunani Socrates, Plato, dan Aristoteles mengajukan pertanyaan fundamental tentang pikiran, sedangkan Hipocrates, “bapak kedokteran” melakukan banyak observasi penting tentang bagaimana otak mengendalikan organ lain. Psikologi ilmiah lahir dalam akhir abad kesembilanbelas, saat gagasan menyatakan bahwa pikiran dan perilaku dapat menjadi subyek analisis ilmiah.

Ilmu psikologi dapat dipandang dari beberapa sudut pandang. Prespektif biologi mengkaitkan tindakan manusia dengan peristiwa yang terjadi didalam tubuh terutama diotak dan sistem syaraf. Prespektif perikau mengurusi hanya peristiwa eksternal dari organisme yang dapat diobservasi dan diukur. Prespektif kognitif mengurusi proses mental, seperti perasaan, pengingatan, penalaran, pemutusan, pemecahan masalah, serta proses kaitan tersebut dengan perilaku. Prespektif psikoanalitik menekankan motif bawah sadar yang berasal dari impuls sosial dan agresif yang ditekan pada masa anak-anak. Prespektif fenomenologis memfokuskan pada pengalaman subyektif seseorang dan motivasi kearah aktualisasi diri. Bidang-bidang penelitian psikologi sering kali dapat dianalisis dari sejumlah sudut pandang tersebut.

Prespektif biologi berbeda dari sudut pandang lain karena prinsip-prinsipnya diambil biologi. Seringkali para peneliti biologi berupaya menjelaskan prinsip psikologi dalam pengertian biologis. Walaupun reduksionisme tersebut dapat berhasil, terdapat beberapa prinsip yang dapat dinyatakan hanya pada ttingkat psikologis. Juga reset psikologi sering kali diperlukan untuk mengarahkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dibidang prespektif biologi.

Jika dapat diterapkan, metode eksperimen dipilih untuk meneliti masalah karena metode ini dapat mengendalikan semua variabel kecuali yang sedang diteliti. Variabel independen (variabel bebas) adalah variabel yang dimanipulasi oleh peneliti, variabel dependen (variabel terikat) adalah variabel yang sedang diteliti untuk menentukan apakah variabel ini dipengaruhi oleh perubahan pada variabel independen. Dalam rancangan eksperimen sederhana peneliti memanipulasi satu variabel independen dan mengobservasi pengaruhnya pada variabel dependen.

Dalam banyak eksperimen, variabel independen adalah sesuatu yang ada atau tidak ada. Rancangan eksperimen paling sederhana melibatkan satu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Jika perbedaan dalam rata-rata antara kelompok eksperimen dan rata-rata adalah bermakna secara statistik ini bermakna bahwa kondisi eksperimen memiliki efek yang dapat dipercaya artinya perbedaan itu disebabkan oleh variabel independen bukan karena faktor kemungkinan.

Jika peneliti mampu mengendalikan subyek mana yang masuk kekondisi yang bagaimana maka digunakan metode korelasional. Metode ini menentukan apakah perbedaan yang terjadi secara alami berhubungan dengan perbedaan yang dimaksud lainnya. Derajat korelasi antara dua variabel diukur dengan koefisien korelasi ( r ). r adalah angka antara 0 dan 1. tidak ada hubungan (korelasi) dinyatakan oleh 0, hubungan yang sempurna dinyatakan oleh 1. Saat r bergerak dari 0 ke 1, kekuatan korelasi meningkat. Koefisien korelasi dsapat positif atau negatif tergantung pada apakah satu variabel meningkat bersamaan dengan peningkatan variabel lain (+) atau satu variabel menurun saat variabel lain meningkat (-).

Pendekatan lain dalam riset adalah metode observasi dimana peneliti mengobservasi venomena yang dimaksud. Para peneliti harus terlatih untuk mengobservasi dan mencatat secara akurat serta menghindari masuknya bias pribadi ke dalam laporan penelitian. Venomena yang sulit untuk diobservasi secara langsung dapat diobservasi secara tidak langsung dengan survei (kuesioner dan wawancara) atau dengan merekonstruksi riwayat kasus.

Psikologi sebagai suatu profesi mencakup banyak bidang spesialisasi antara lain psikologi biologi, psikologi eksperimental, psikologi perkembangan, sosial dan kepribadian, psikologi klinis dan konseling, psikologi sekolah dan pendidikan, serta psikologi industri dan rekayasa.

Terdapat sejumlah pendekatan interdisiplin untuk mempelajari pikiran dan perilaku, termasuk ilmu kognitif dan psikilogi evolusioner. Ilmu kognitif mempelajari sifat proses kecerdasan, dan selain dari psikologi yang melibatkan disiplin neuroscience, antropologi, linguistik, philosofi dan kecerdasan artivisial. Gagasan utamanya adalah bahwa poses mental dapat dipahami sebagai komputasi dan aktivitas mental dapat dianalisis pada berbagai tingkat. Psikologi evolusioner mengurusi asal mula mekanisme psikologis. Gagasan utamanya adalah bahwa mekanisme tersebut telah berkembang selama jutaan tahun melalui proses seleksi alam. Pendekatan ini telah menyebabkan para ahli psikologi melihat topik tertentu yang berkaitan dengan kepentingany evolusioner, seperti pemilihan pasangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: